Pria Mengaku Matanya Ditusuk Pena

Seorang Pria Mengaku Matanya Ditusuk Pena di Penyekatan Padang

Video viral di media sosial memperlihatkan seorang pria paruh baya dengan wajah berdarah di sebuah pos penyekatan di Padang, Sumatera Barat. Pria itu mengaku dianiaya oleh petugas polisi yang bertugas di pos penyekatan.
Video itu mengatakan insiden itu terjadi di pos penyekatan antara Padang dan Solok di Sumatera Barat. Lalu ada seorang pria kulit putih yang mengatakan telah dianiaya oleh salah satu petugas yang menjaganya. Dia mengatakan dia dipukul dengan pena dan ditikam di matanya sampai dia buta.

“ah ini ditusuk, Pak, dengan pena, dipaksa saya masuk demi Allah, demi Rasulullah SAW, saya tidak berbohong, demi Allah didorong kan saya masuk sama anggota Pak Desmon ya, mata saya buta, masuk pena satu, ini darahnya semua, Pak, penyekatan antara Solok dengan Padang” kata pria itu dalam video viral, Minggu (20 Juli 2007).

Pria tersebut mengaku, saat keluar dari pos penyekatan sempat meminta izin kepada salah satu petugas di sana, namun dia mengaku tidak mengingat orangnya. kemudian ketika dia kembali ke Padang ke arah dia pulang, kejadian ini terjadi.

“Saya tidak ada ke luar kota masih dalam Kota Padang, Pak, ndak lewat perbatasan, dan saya mau keluar satu jam lalu melapor di sini tapi saya nggak ingat sama siapa di antara (petugas) yang banyak, saya belum cari lagi orangnya, sudah didorong sama Pak Desmon,” lanjut pria itu dalam video.

Polisi membantah

Polsek Lubuk Kilangan di Padang, Sumatera Barat, membantah tudingan represif terhadap seorang pria di pos penyekatan di kawasan Lubuk Paraku. Polisi telah memastikan bahwa video viral itu tidak benar.

“Tidak benar ada tindakan represif dalam kejadian itu, kami menyayangkan video yang viral seolah-olah kami telah melakukan tindakan (represif),” kata Lija Nesmon, Kapolsek Lubuk Kilangan, Lija Nesmon, seperti dikutip Antara di Minggu (18)/7).

🔥 Trending 🔥  Pelaku Usaha Mendukung Kehadiran OSS

Menurut Nesmon, video tersebut tidak menampilkan keseluruhan peristiwa sehingga menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Ia mengatakan pria dalam video tersebut tidak mau menunjukkan e-KTP-nya saat diperiksa petugas.

“Saat kami tanya petugasnya siapa, dia mengaku lupa. Saat ditanya soal kartu tanda penduduk (KTP), dia tidak mau menunjukkannya,” katanya.

Nesmon juga mengakui bahwa petugas membawa pria itu ke rumah sakit. Dia mengatakan petugas bekerja secara manusiawi di lapangan.

“Dalam video yang viral itu, pengemudi juga mengaku ditikam dan matanya dibutakan, padahal lukanya ada di pelipis dan kami bawa dia ke rumah sakit,” jelasnya.

Karena itu, dia sangat menyayangkan video tersebut viral di media sosial, karena dianggap tidak lengkap dan lengkap, sehingga menstigmatisasi petugas. “Padahal petugas gabungan lebih banyak bekerja di pos penyekatan dan tegas di garis depan sikap humanis,” pungkas Nesmon.