Achmad Zaky Jadi Triliuner

IPO Bukalapak Bikin Achmad Zaky Jadi Triliuner

Bukalapak menyelesaikan IPO pertama. Salah satu perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia ini melepas 25% sahamnya, atau 25.765.504.851 saham, seluruhnya baru.
Dikutip dari briefing Senin (20 Desember 2007), saham tersebut akan ditawarkan ke publik dengan harga Rp 750-850 per saham. Dengan ini, Bukalapak menargetkan penghimpunan dana hingga Rp 21,9 triliun.

Hal ini tentunya akan menambah kekayaan co-founder dan mantan CEO Bukalapak Achmad Zaky. Indonesia menjadi miliarder baru.

Merujuk informasi, Zaky saat ini menguasai 5,76% saham Bukalapak, atau setara dengan 4.452.515.674 saham. Menurut pencatatan, saham tersebut akan terdilusi secara persentase, namun jumlahnya tetap sama, yakni 4.452.515.674 lembar atau 4,32% akan menjadi persentase.

Dengan asumsi harga saham Rp 750-850 per saham, saham Zaki senilai Rp 3,34-3,7 triliun. Ratingnya akan terus naik ketika potongan Bukalapak naik nanti pada tanggal 6 Agustus misalnya dengan pengurangan otomatis 25% dalam satu hari.

Kekayaannya tumbuh di luar dugaan berkat Bukalapak yang didirikannya pada 2010 bersama rekannya Nugroho Herucahyono dan Fajrin Rasyid. Padahal, saat ditarik, modal awal hanya Rp. 80.000 untuk pemesanan alamat website yang digunakan selama ini oleh Bukalapak.

Saat mendirikan Bukalapak, Zaky dan kawan-kawan mengemban misi untuk membantu warung-warung yang kesulitan beradaptasi dengan zaman internet saat ini. Bukan omong kosong, tujuan utamanya adalah membuat jutaan kios di tanah air tersedia secara online.

Zaky kemudian mengambil alih posisi CEO Bukalapak hingga akhir 2019. Kini Zaky bukan lagi CEO Bukalapak, ia dan Nugroho mendirikan perusahaan modal ventura bernama Init 6, sebuah perusahaan investasi awal. Tahap Start-up.

Tentu saja usaha Zaki langsung gagal. Pria kelahiran Sragen lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan gelar sarjana teknik komputer ini juga mencoba peruntungan di bidang kuliner namun bangkrut.

🔥 Trending 🔥  Asuransi Mobil All Risk dan Total Loss Only, Inilah Perbedaan dan Keuntungannya

Setelah lulus dari perguruan tinggi, ia dan rekan-rekannya mendirikan perusahaan pertamanya yang mengoperasikan layanan konsultasi teknologi, bernama Suitmedia. Zaky menjabat sebagai CEO Suitmedia hingga 2014.