Jessica Forrester

Kasus Sabu Kini Menjerat Selebgram Jessica Forrester dan Sang Manager

Jessica Adeola Forrester atau Jessica Forrester telah ditangkap karena penyalahgunaan narkoba. Dia ditangkap saat berhubungan seks dengan DS alias Denny, pembawa acara salah satu klub malam paling terkenal di Kuta, Badung.

“Dua tersangka, seorang pria dan seorang wanita, ditangkap di sebuah vila. Dua pasangan yang belum menikah ditemukan di vila yang sama dan menggunakan sabu. Setelah tes urin positif, dia adalah kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali (BNNP). Brigjen Gde Sugianyar Dwi Putia menggelar jumpa pers, Selasa (21/7/2021).

“Salah satu hasil survei kami mengaku sebagai event manager di salah satu nightclub terkenal di Kuta. Dan itu berdampak pada warga lain yang beralamat di Jakarta dan mengaku sebagai selebriti yang juga berjualan skin care secara online,” ujarnya. . dia. Sugianyar.

Putu Agus Arjaya, Kepala Divisi Likuidasi BNNP Bali, mengatakan Jessica dikenal dengan vila mewah tempat Nyabu ditangkap sejak Januari tahun lalu. Villa ini terletak di Jalan Mertasari, Banjar Pengumbengan Kangin, Desa Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.

“Dia menyewa vila yang cukup mahal dan mahal, tergantung ukuran orang normal, orang normal. Dia menyewa di sini mulai Januari dan seterusnya,” kata Arjaya.

Selama di Bali, Jessica sering nongkrong di klub malam. Namun, dia hanya pergi ke klub dan klub malam. Jessica harus menghubungi Denny di sini.

Sementara itu, Arjaya mengatakan Jessica dan pacar laki-lakinya digambarkan sebagai pengguna narkoba. Namun, kasusnya masih dalam penyelidikan.

“Nanti kami akan meneliti, menjual atau mendistribusikan selain penggunaan. Agar hukum diterapkan dengan baik kepada yang bersangkutan,” jelas Arjaya.

Menurut Arjaya, penangkapan selebgram ini dilakukan setelah pihaknya berhasil memetakan jalur peredaran narkoba. Baginya, klub malam adalah tempat paling berisiko untuk perdagangan narkoba.

🔥 Trending 🔥  PKL di Bandung Tolak Perpanjangan PPKM Darurat Dengan Bendera Putih

“Jadi ini analisa dari tim pemusnah BNNP Bali yang membuat diskotik. Kemudian disarankan agar digunakan secara rutin oleh masyarakat. Jadi ini kronologi pertama, jadi kami survei. Lagi-lagi ketua klub malam,” ujarnya. kata.

Dia diancam hingga 12 tahun penjara

Dari hasil penangkapan, petugas di BNNP Bali memperoleh sejumlah barang bukti dari hasil penggeledahan di garpu tersebut, yakni klip plastik berisi kristal sabu murni seberat 2,95 gram netto.

Kemudian ada klip plastik dengan tiga tablet/tablet kuning berisi 1,05 gram jaring sediaan metamfetamin dan serbuk putih berisi 0,7 gram jaring sediaan metamfetamin.

“Semua barang bukti sabu atau sabu dalam kasus ini adalah 4,78 gram netto,” kata Sugianyar.

Selain itu, petugas Bly BNNP menyediakan sekrup lengkap, delapan tabung kaca yang digunakan, lampu gas yang dimodifikasi dan 2 ponsel hitam.

Jessica dan Denny diduga terkait pasal 112 (1) dan 132 (1) UU 35 Tahun 2009 tentang Narkoba (UU). Mereka divonis 4-12 tahun penjara.