Calon Dubes RI

Ujian Calon Dubes RI Hari ini Dilaksanakan Secara Tertutup

Sampai hari ini, Komite I DPR RI telah melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon Duta Besar Negara Sahabat Indonesia dan organisasi internasional. Ujian kualifikasi ke-33 calon Dubes RI dilaksanakan dalam 6 sesi selama 3 hari secara tertutup.

“The Fit and Fit yang terdiri dari 6 sesi selama 3 hari ini dilengkapi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, dimana setiap fraksi mengirimkan satu perwakilan per sesi maksimal 2 jam 15 menit,” ujar Christina Aryani, anggota ‘Komisi I. Jurnalis, Senin (7/12/2020).

Uji kelayakan hari ini dilaksanakan dalam 3 majelis yang diikuti oleh 17 calon duta besar. Sesuai jadwal yang diberikan Sekjen DPR, WIB akan dimulai pukul 10.00 WIB.

Salah satu calon duta besar Indonesia untuk Indonesia yang saat ini harus melalui uji penetrasi adalah mantan Juru Bicara Kemlu RI Arrmanatha Nasir yang telah ditunjuk sebagai Duta Besar PBB untuk Indonesia dan beberapa organisasi internasional lainnya.

Kembali ke Christina. Ia mengungkapkan telah menyaring berbagai ambisi dan kontribusi WNI yang tinggal di luar negeri dalam rangka meningkatkan kinerja KBRI. Beberapa komunitas telah mengungkapkan ambisi dan kontribusi mereka, termasuk warga negara Indonesia di Australia, Timor Leste, Prancis dan Kanada.

Christina mengungkapkan pihaknya menyaring berbagai ambisi dan kontribusi WNI di luar negeri untuk meningkatkan kinerja KBRI. Beberapa komunitas telah mengungkapkan ambisi dan kontribusi mereka, termasuk warga negara Indonesia di Australia, Timor Leste, Prancis dan Kanada.

Penyaringan ambisi dan kontribusi ini penting agar KPU bisa mengetahui apa yang dibutuhkan warga negara Indonesia dan saya bisa memastikan komitmen para calon duta besar Indonesia. Hal ini dikarenakan calon duta besar juga perlu memahami berbagai aspek yang berkaitan dengan negara/organisasi internasional.

🔥 Trending 🔥  Amerika Serikat Kerahkan 3 Helikopter Guna Jemput Warganya

“Selain kebutuhan dasar, kedalaman wawasan, dan keterampilan komunikasi, calon duta besar juga harus memahami berbagai aspek negara atau organisasi internasional tempat mereka berada,” kata Christina.

“Kami juga memberikan penekanan khusus pada upaya perlindungan WNI di luar negeri, khususnya terkait akses vaksin di masa pandemi COVID-19,” tambahnya.

Christina juga menjelaskan sejumlah tugas penting kepada seorang duta besar Indonesia. Salah satu tugas utamanya adalah memampukan duta besar untuk memperjuangkan kepentingan nasional, sekaligus mendorong pengembangan kerja sama internasional.

“Ada beberapa tugas penting bagi duta besar yang kami tekankan, antara lain kemampuan memperjuangkan kepentingan nasional dan mengembangkan kerjasama internasional, meningkatkan nilai eksportir dan pengunjung wisata, serta menarik investasi pada peluang bisnis lainnya,” ujarnya. kata Anggota DPR Golkar. Kelompok.

Seperti diketahui, ada 33 calon Dubes RI yang melakukan uji adil dan merata di Komite I DPR. Di antara 33 nama tersebut banyak nama yang cukup terkenal, seperti Rosan Roeslani, Ketua Umum Kadin Indonesia, dan Zuhairi Misrawi, Ketua Umum Presiden Republik Indonesia, Fadjroel Rachman.

Berikut nama 33 Dubes RI yang diusulkan Presiden Joko Widodo (Jokowi):

1. Ade Padmo Sarwono untuk Kerajaan Yordania Hashimiah merangkap Palestina
2. Bebeb AK Djundjunan Untuk Republik Yunani
3. Tatang BU Razak untuk Republik Kolombia merangkap Antigua dan Barbuda, Barbados dan Federasi Saint Kitts dan Nevis
4. Pribadi Sutiono untuk Republik Slowakia
5. Siswo Pramono untuk Australia merangkap Republik Vanuatu
6. Triyogo Jatmiko untuk Republik Persatuan Tanzania, merangkap Republik Burundi dan Republik Rwanda
7. Heru Subolo untuk Republik Rakyat Bangladesh merangkap Republik Demokratik Federal Nepal
8. Okto Dorinus Manik untuk Republik Demokratik Timor-Leste
9. Mayjen TNI Gina Yoginda untuk Republik Islam Afghanistan
10. Sunarko untuk Republik Sudan
11. Dewi Tobing untuk Sri Lanka merangkap Republik Maladewa
12. Lena Maryana Mukti untuk Kuwait
13. Ghafur Akbar Dharmaputra untuk Ukraina merangkap Republik Armenia, dan Georgia
14. Rudy Alfonso untuk Republik Portugal
15. Muhammad Najib untuk Kerajaan Spanyol merangkap United Nations World Tourism Organization (UNWTO)
16. Ardi Hermawan untuk Kerajaan Bahrain
17. Agus Widjojo untuk Republik Filipina merangkap Republik Kepulauan Marshall Islands dan Republik Palau
18. Ina Hagniningtyas Krisnamurthi untuk Republik India merangkap Kerajaan Bhutan
19. Fadjroel Rachman untuk Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan
20. Daniel TS Simanjuntak untuk Kanada merangkap International Civil Aviation Organization (ICAO)
21. Mohamad Oemar untuk Prancis merangkap Kepangeranan Andorra, Kepangeranan Monako, dan United Nations Education, Scientific and Cultural Organization (UNESCO)
22. Abdul Aziz untuk Kerajaan Arab Saudi merangkap Organization of Islamic Cooperation (OIC)
23. Muhammad Prakosa Untuk Italia merangkap Republik Malta, Republik Siprus, Republik San Marino, Food and Agriculture Organization (FAO), International Fund and Agricultural Development (IFAD), World Food Programme (WFP), dan International Institute for the Unification of Private Law (UNIDROIT)
24. Gandi Sulistiyanto Soeherman untuk Republik Korea
25. Zuhairi Misrawi untuk Republik Tunisia
26. Anita Lidya Luhulima untuk Republik Polandia
27. Rosan Perkasa Roeslani untuk Amerika Serikat
28. Fientje Suebu untuk Selandia Baru merangkap Samoa, Kerajaan Tonga, dan Kepulauan Cook dan Niue
29. Damos Dumoli Agusman untuk Republik Austria merangkap Republik Slovenia, United Nations Office at Vienna (UNOV) yang terdiri dari United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), United Nations Commission on International Trade Law (UNCITRAL), United Nations Office for Outer Space Affairs (UNOOSA), United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), International Atomic Energy Agency (IAEA), Preparatory Commission for the Comprehensive Nuclear-TestBan Treaty Organization (CTBTO), OPEC Fund for International Development (OFID) dan International Anti-Corruption Academy (IACA)
30. Suwartini Wirta untuk Republik Kroasia
31. Derry MI Amman untuk Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk Association of Southeast Asian Nation (ASEAN)
32. Arrmanatha Nasir untuk Perserikatan Bangsa Bangsa dan organisasi-organisasi internasional lainnya
33. Febrian A Ruddyard Untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, World Trade Organization (WTO), dan organisasi-organisasi internasional lainnya di Jenewa

🔥 Trending 🔥  PPKM Level 4 - Pelaku Usaha Dan PKL Dapat Bantuan 1,2 jt dan 1,5 jt Rupiah