KRL

Naik KRL Wajib Bawa STRP Mulai Besok, Ingat ini !

Jakarta – Pegawai yang menggunakan CRL harus memiliki Kartu Tanda Daftar Pegawai (STRP) dan/atau pengacara. Aturan ini akan mulai berlaku besok.

Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan telah merevisi Surat Edaran Angkutan Kereta Api di tengah wabah COVID-19. Perubahan surat edaran itu diumumkan juru bicara Kementerian Perhubungan, Adraw Irawati, dalam konferensi virtual, Jumat (21 September 2007).

Surat Edaran Nomor 42 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Angkutan Kereta Dalam Negeri Selama Wabah Corona Virus Disease (COVID-19) 2019 diubah menjadi Surat Edaran Nomor 50 Tahun 2021.

Kedua surat edaran ini berlaku mulai 12 Juli 2021 hingga 20 Juli 2021 dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan atau perkembangan terkini.

Surat Edaran 50 Tahun 2021 memuat ketentuan lebih lanjut dalam Surat Edaran no. 4.

4a Kereta komuter rutin, baik di perkotaan maupun di wilayah kabupaten, hanya beroperasi untuk kantor-kantor sektoral penting dan sektor-sektor kritis sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
4b. Perjalanan kereta komuter rutin di dalam dan di dalam kota atau dalam wilayah sebagaimana dimaksud dalam angka 4a dilengkapi dengan persyaratan dokumen sebagai berikut:
(a) Tanda Daftar Pegawai atau surat keterangan lain yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah setempat: dan/atau:
(b) pengacara yang ditandatangani (untuk pemerintah) oleh pimpinan firma atau setidaknya oleh pejabat Eselon 2, dengan stempel basah atau tanda tangan elektronik.

Revisi surat edaran Kemenhub tersebut disambut baik oleh Irjen Istiono, Kapolri Perhubungan. Polri akan lebih mudah memisahkan personel saat tanggap darurat PPKM.

“Akan lebih mudah untuk penyortiran, dan jika tidak membawa surat itu, kami akan membalikkannya. Lebih jelas dan pasti, begitu juga dengan rel. Capai target 50 persen,” kata Istiono. .

🔥 Trending 🔥  Bantuan Paket Data pelajar atau Quota Internet hingga akhir 2021

Calon penumpang diperiksa

Jika aturan ini dipatuhi, petugas akan diperiksa oleh petugas sebelum memasuki pintu masuk stasiun.

“Jadi kami sepakat dengan operator dan terutama pemerintah setempat bahwa akan ada isolasi sebelum Anda memasuki gerbang, baik di pintu stasiun atau di stasiun, tetapi aman untuk melakukannya sebelum Anda memasuki gerbang ini.” Kami periksa isolasinya. Itu surat dari STRP atau surat keterangan dari pemerintah setempat, atau surat dari dinas, pengelola kantor atau pejabat dari sektor tenaga kerja,” kata Zulfikri, Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Menurut Zulfikri, pegawai yang bukan termasuk sektor penting dan kritis tidak boleh memimpin CRL. Mereka dikirim pulang.

“Ini juga akan dilaksanakan Senin, jadi mulai Senin dan seterusnya masih berkomunikasi khusus dengan penumpang CRL. Kalau tidak bergerak atau pergi ke sana, yang penting dan kritis, jangan bergerak karena akan datang. kembali. untuk menyetir masuk,” kata Zulfikri.

“Meskipun ini adalah masalah kritis yang membutuhkan gerakan, saya meminta agar tidak dilakukan pada pagi atau sore hari,” lanjutnya.