Kemenkop

Strategi Transformasi Untuk Koperasi Modern – Kemenkop

Untuk meningkatkan kapasitas, aksesibilitas dan inovasi koperasi, modernisasi dan modernisasi koperasi UMKM, Kementerian Koperasi dan UMKM telah menetapkan empat strategi transformasi. Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Arif Rahman Hakim, mengatakan empat strategi tersebut adalah modernisasi kerjasama, transformasi informal menjadi bisnis formal, transformasi digital dan pemanfaatan teknologi bisnis, dan transformasi menjadi rantai nilai global.

Hal itu diungkapkannya pada Sabtu (20/10) dalam webinar Hari Koperasi ke-74 Tahun 2021 yang bertajuk “Mewujudkan Ekosistem Koperasi Berbasis Anggota Menuju Koperasi Modern”. Dia mengatakan pemerintah telah menyusun rencana pembangunan ekonomi Indonesia untuk lima tahun ke depan, yang akan mencakup RPJMN pada 2020-2024.

“Khususnya koperasi, tujuannya untuk meningkatkan rasio PDB koperasi terhadap PDB nasional sebesar 5,5% dan mengembangkan 500 koperasi modern pada tahun 2024,” kata Arif.

Untuk mencapai tujuan di atas dan mentransformasi koperasi menjadi unit usaha yang modern, partisipatif, dan berdaya saing, pihaknya telah menerapkan sejumlah strategi pengembangan koperasi. Dia mencontohkan langkah-langkah mengembangkan model koperasi melalui perusahaan produk makanan seperti bahan baku Mas Kirana dan pisang Cavendi di Lampung dan Aceh, serta kacang Koro di Jawa Barat.

Selain itu, penguatan kelembagaan dan usaha anggota koperasi melalui strategi penggabungan (likuidasi dan likuidasi), serta pengembangan koperasi terpadu yang dipimpin oleh Pintu Air di provinsi NTT, yang mendiversifikasi perusahaan yang semula koperasi kredit menjadi Perusahaan yang berbeda. adalah. Garis seperti garam, hortikultura, pengecer modern.

Factory Sharing juga berkembang dengan kemitraan terbuka untuk terhubung dalam rantai pasokan, di mana kami mencoba menghubungkan pemasok dengan koperasi.

“Seperti halnya PT Great Giant Pineapple, Koperasi Tani Makmur Hijau Produk Pisang dan Koperasi Tani Lancar dengan PT Global Caracas pada produk beras,” kata Arif.

🔥 Trending 🔥  Draft Rancangan Usaha Listrik Akan Segera Rampung

Selain untuk mengumpulkan kepentingan dan memastikan manfaat yang adil dan merata, kerjasama multi pihak dikembangkan di mana koperasi memiliki setidaknya dua jenis kelompok anggota yang berbeda.

“Kami juga membuat aturan untuk bekerja sama dengan berbagai pihak,” kata Arif.

Pemerintah juga mendukung inovasi koperasi, salah satunya digitalisasi, dengan diluncurkannya IDX COOP (Cooperative Innovation Portal) pada tahun 2020 yang mendokumentasikan berbagai ide dan praktik inovasi koperasi.

Dengan digitalisasi diharapkan dapat mengubah karakteristik koperasi Indonesia yang cukup besar namun masih memiliki usaha kecil, kurang inovasi dan belum berdaya saing, sehingga mengintegrasikan usaha hulu dan hilir ke dalam rantai pasok (termasuk yang dekat dengan lingkaran ) dengan kemitraan antara perusahaan menengah atau besar; Koperasi menjadi “magnet” bagi partisipasi anggota, masyarakat, investor dan pengelola usaha yang profesional.

Arif menegaskan, sikap kewirausahaan koperasi juga perlu diubah. Koperasi, khususnya koperasi simpan pinjam/kredit koperasi perlu menata kembali usahanya dengan mulai membiayai sektor-sektor produktif.

“Setelah melihat terlalu banyak likuiditas di KSP/CU, akhirnya membatasi jumlah simpanan anggota. KSP/CU juga harus berinovasi untuk diversifikasi jenis usaha,” pungkas Arif.