AS Kirim 3 Helikopter

Amerika Serikat Kerahkan 3 Helikopter Guna Jemput Warganya

Militer AS telah mengerahkan tiga helikopter di Afghanistan untuk mengambil kembali 169 warga AS yang tidak mencapai pintu bandara Kabul.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (21 Agustus 2021), hal itu terjadi saat pejabat AS membenarkan bahwa operasi evakuasi dari Afghanistan sempat terhenti sekitar tujuh jam pada Jumat (20/8) waktu setempat karena pusat penerimaan Qatar penuh. sehingga tidak bisa menerima pengungsi.

Jadi ribuan warga Afghanistan yang telah diizinkan meninggalkan negara mereka ke Amerika Serikat harus menunggu di bandara Kabul.

“Saat itu masih pagi sekali dan memakan waktu sekitar enam hingga tujuh jam,” kata Mayor Jenderal Hank Taylor kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa evakuasi kini telah dilanjutkan.

Departemen Luar Negeri AS telah dikritik karena terlalu birokratis dan kekurangan staf untuk menangani ribuan warga Afghanistan yang ingin melakukan perjalanan ke AS.

Taylor mengatakan pesawat AS itu membawa sekitar 6.000 orang, termasuk ratusan warga AS, terbang dari Kabul dalam waktu 24 jam waktu setempat hingga Jumat pagi sebelum berhenti sebentar karena masalah di Qatar.

Penerbangan dari Kabul dilanjutkan pada Jumat malam setelah operasi AS di Qatar memastikan bahwa banyak pengungsi dapat melakukan perjalanan ke pangkalan militer AS di Ramstein, Jerman.

Sementara itu, warga AS dan warga Afghanistan di Afghanistan terus bekerja untuk pasukan Afghanistan di bandara Kabul untuk meninggalkan negara itu.

Presiden Joe Biden mengatakan pasukan AS harus meninggalkan bandara Kabul untuk jemput 169 warga AS di sebuah hotel dekat bandara.

“Mereka sangat dekat dengan area bandara. Mereka sangat dekat,” kata John Kirby, juru bicara Pentagon, menambahkan bahwa mereka terbang dari Hotel Baron dekat bandara dengan tiga helikopter Chinook Amerika.

🔥 Trending 🔥  Singapura - Perjalanan asal RI Dilarang Masuk.

Helikopter harus dikerahkan karena kekhawatiran terhadap keselamatan warga AS untuk melewati gerombolan orang-orang yang berkumpul di depan pintu masuk bandara.

Taylor mengatakan Taliban telah bekerja secara ekstensif dengan pejabat AS untuk melepaskan pemilik paspor atau pemegang visa AS di bandara, dan bahwa ada “komunikasi berkelanjutan” antara komandan AS di lapangan dan Taliban.

“Kami melihat hal-hal yang kami minta, seperti akses ke bandara, sedang terjadi dan ditingkatkan,” katanya.