Kehadiran OSS

Pelaku Usaha Mendukung Kehadiran OSS

Pemerintah Indonesia telah meluncurkan program Online Single Submission (OSS) berbasis risiko melalui Kementerian Penanaman Modal/BKPM untuk mempermudah perizinan investasi.

Sistem ini diluncurkan sebagai amanat UU Cipta Kerja 11 Tahun 2020 untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengusaha secara efisien, efektif, dan transparan terkait perizinan usaha.

Hal ini juga merupakan implementasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 5 (PP) tentang penerapan izin usaha berbasis risiko pada tahun 2021.

Program tersebut diluncurkan secara online oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pada Senin (8 September 2021).

Jokowi berharap sistem OSS dapat membuat lingkungan bisnis dan investasi lebih efisien dan efektif, karena terintegrasi dengan prosedur dan kriteria standar (NPSK) yang dikeluarkan oleh Kementerian/Lembaga (K/L) dan pemerintah daerah mengenai izin teknis.

Selain itu, sistem OSS berbasis risiko ini membagi klasifikasi jenis usaha dan kategori risiko untuk usaha kecil, menengah dan besar. Jadi semakin rendah risikonya, semakin akurat otorisasinya.

Para pelaku usaha yang memiliki akses ke sistem OSS antara lain Rayhan, Direktur Wihrasa Group, PT Wihrasa Mitra Boga International yang juga memiliki Kantin Kendal, Juice Station dan Sayur Kendal.

Kantin yang mengusung konsep fresh, non-msg dan pengawet ini menggunakan produk tanaman dari hasil kebun milik sendiri di Depok (NKV).

Dalam kesempatan ini, Rayhan mengucapkan terima kasih kepada Presiden dan Departemen Penanaman Modal/BKPM yang telah meluncurkan sistem OSS ini untuk memudahkan pengujian langsung terhadap izin usaha kecil tersebut juga.

Rayhan mengajak kontraktor lain untuk bergabung menggunakan sistem tersebut untuk menjamin kelangsungan bisnis.

“Semoga niat dan harapan dari upaya bersama untuk memperbaiki lingkungan investasi di Negara dapat diwujudkan melalui serangkaian inovasi, seperti sistem OSS berbasis risiko untuk Indonesia yang beradab,” kata Rayhan.

🔥 Trending 🔥  Dua Bibit Siklon Tropis Yang Berdampak ke Indonesia