asuransi cyber

Asuransi Cyber di Jepang Meningkat Hingga 50 Persen

Ada permintaan yang meningkat untuk asuransi cyber untuk mengkompensasi kerusakan bisnis yang disebabkan oleh serangan cyber. Bahkan perusahaan asuransi cyber dari perusahaan asuransi Jepang telah tumbuh sebesar 50 persen.

“Jumlah kontrak untuk produk terkait MS & AD Insurance Group Holdings telah meningkat sekitar 50 persen selama setahun terakhir. Serangan terhadap perusahaan luar terjadi satu demi satu, dan metodenya menjadi lebih canggih. Ini meningkatkan resiko dari segi Keamanan,” ujar seorang sumber.

Asuransi siber adalah mekanisme yang mengkompensasi serangan seperti kerusakan yang disebabkan oleh akses yang tidak sah dan peretasan jaringan, seperti kebocoran informasi dan kesalahan bisnis, serta kompensasi biaya untuk menyelidiki penyebab dan mencegah terulangnya kembali.

Akibat dari pandemi, ada kasus-kasus di telekomunikasi yang terbukti baik di mana operasi dilakukan di lingkungan jaringan di mana langkah-langkah keamanan tidak selalu sempurna.

Menurut Asosiasi Asuransi Umum Jepang, meskipun banyak perusahaan telah mengambil beberapa langkah, ada banyak suara yang mengatakan bahwa “kecelakaan di Dunia Maya tidak dapat sepenuhnya dihindari.”

Dalam keadaan ini, jumlah kontrak asuransi siber antara Tokyo Marine & Nichido Fire Insurance dan Sompo Japan juga meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun lalu.

“Tokyo Marine & Nichido percaya bahwa era infrastruktur sosial akan datang dalam waktu dekat,” kata kepala Departemen Bisnis Produk Perusahaan Tokyo Marine.

Di sisi lain, ada masalah dengan menjamurnya asuransi.

Menurut survei Japan General Insurance Association, tingkat partisipasi perusahaan asing hanya sekitar 8 persen.

Sekitar 20 persen perusahaan menjawab bahwa mereka “lebih kecil kemungkinannya mengalami kerusakan cyber” karena mereka tidak terlibat.

Dan serikat pekerja menunjukkan bahwa “perasaan krisis masih rendah, terutama untuk usaha kecil dan menengah”.

🔥 Trending 🔥  Bukalapak Berani IPO Padahal Sedang Rugi

“Penyebaran (asuransi siber) perlu diimplementasikan lebih cepat agar sesuai dengan tingkat penetrasi masyarakat digital,” kata Shinichiro Funabiki, Ketua Asosiasi Asuransi Umum Jepang, yang juga presiden Mitsui Sumitomo Insurance Co. ., Ltd.

Sementara itu, mereka akan terus mengupayakan beasiswa aktif (di Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang secara lebih efektif melalui program zoom untuk warga negara Indonesia dengan tujuan belajar di sekolah Jepang. Untuk informasi lengkap, silakan kirim mis. email ke info@school.biz dengan subjek: Belajar bahasa Jepang.